Senin, 28 Februari 2011
Kamis, 24 Februari 2011
SAHABAT SEJATI
Empat tipe sahabat palsu:
� sahabat yang tamak,
� sahabat yang besar mulut,
� sahabat penjilat,
� sahabat pemboros.
Ciri-ciri sahabat tamak: ia sangat tamak, ia hanya memberi sedikit dan meminta banyak, ia melakukan pekerjaan karena takut, dan ia hanya ingat kepentingannya sendiri.
Ciri-ciri sahabat yang besar mulut: ia menyatakan bersahabat berkenaan dengan hal-hal lampau, atau hal-hal mendatang; ia berusaha mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong; dan jika ada kesempatan membantu, ia menyatakan tidak sanggup.
Ciri-ciri sahabat penjilat: ia menyetujui hal-hal yang salah, ia pun tidak menganjurkan hal-hal yang benar, di hadapanmu ia memuji dirimu, dan di belakangmu ia merendahkan dirimu.
Ciri-ciri sahabat pemboros: ia menjadi kawanmu jika engkau gemar pesta pora, senang berkeliaran di jalan pada waktu yang tidak pantas, senang mengejar tempat-tempat hiburan dan pertunjukan, dan jika engkau gemar berjudi.
Empat tipe sahabat sejati:
� sahabat penolong,
� sahabat pada waktu senang dan susah,
� sahabat yang memberi nasehat baik,
� sahabat yang bersimpati.
Ciri-ciri sahabat penolong: ia menjaga dirimu dan milikmu sewaktu engkau lengah, ia melindungimu sewaktu engkau ketakutan, dan ia membantu lebih dari yang kau perlukan.
Ciri-ciri sahabat pada waktu senang dan susah: ia menceritakan rahasianya kepadamu, ia menjaga segala rahasia dirimu, ia tidak meninggalkanmu saat engkau kesulitan, dan ia bahkan rela berkorban hidup bagi dirimu.
Ciri-ciri sahabat yang memberi nasehat baik: ia mencegah engkau berbuat jahat, ia menganjurkan engkau berbuat benar, ia memberitahukan kebenaran yang belum pernah engkau dengar, dan ia menunjukkan engkau jalan yang benar.
Ciri-ciri sahabat yang bersimpati: ia tidak bergembira atas kesusahanmu, ia turut senang atas kebahagiaanmu, ia mencegah orang lain menjelekkan dirimu, dan ia membenarkan orang yang memuji dirimu.
� sahabat yang tamak,
� sahabat yang besar mulut,
� sahabat penjilat,
� sahabat pemboros.
Ciri-ciri sahabat tamak: ia sangat tamak, ia hanya memberi sedikit dan meminta banyak, ia melakukan pekerjaan karena takut, dan ia hanya ingat kepentingannya sendiri.
Ciri-ciri sahabat yang besar mulut: ia menyatakan bersahabat berkenaan dengan hal-hal lampau, atau hal-hal mendatang; ia berusaha mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong; dan jika ada kesempatan membantu, ia menyatakan tidak sanggup.
Ciri-ciri sahabat penjilat: ia menyetujui hal-hal yang salah, ia pun tidak menganjurkan hal-hal yang benar, di hadapanmu ia memuji dirimu, dan di belakangmu ia merendahkan dirimu.
Ciri-ciri sahabat pemboros: ia menjadi kawanmu jika engkau gemar pesta pora, senang berkeliaran di jalan pada waktu yang tidak pantas, senang mengejar tempat-tempat hiburan dan pertunjukan, dan jika engkau gemar berjudi.
Empat tipe sahabat sejati:
� sahabat penolong,
� sahabat pada waktu senang dan susah,
� sahabat yang memberi nasehat baik,
� sahabat yang bersimpati.
Ciri-ciri sahabat penolong: ia menjaga dirimu dan milikmu sewaktu engkau lengah, ia melindungimu sewaktu engkau ketakutan, dan ia membantu lebih dari yang kau perlukan.
Ciri-ciri sahabat pada waktu senang dan susah: ia menceritakan rahasianya kepadamu, ia menjaga segala rahasia dirimu, ia tidak meninggalkanmu saat engkau kesulitan, dan ia bahkan rela berkorban hidup bagi dirimu.
Ciri-ciri sahabat yang memberi nasehat baik: ia mencegah engkau berbuat jahat, ia menganjurkan engkau berbuat benar, ia memberitahukan kebenaran yang belum pernah engkau dengar, dan ia menunjukkan engkau jalan yang benar.
Ciri-ciri sahabat yang bersimpati: ia tidak bergembira atas kesusahanmu, ia turut senang atas kebahagiaanmu, ia mencegah orang lain menjelekkan dirimu, dan ia membenarkan orang yang memuji dirimu.
Minggu, 06 Februari 2011
Persahabatan
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.
Kamis, 03 Februari 2011
Langganan:
Postingan (Atom)